Melatih Empati Anak Untuk Kesuksesan Dan Kebahagiaannya

melatih empati anak
melatih empati anak
Melatih Empati Anak Untuk Kesuksesan Dan Kebahagiaannya

Empati anak-anak adalah sesuatu yang sering diabaikan, terlepas dari kenyataan bahwa sangat penting untuk mendidik empati anak-anak dari usia muda. Ini dimaksudkan bahwa dengan mendidik empati anak-anak, mereka akan mengembangkan kemampuan untuk menempatkan diri mereka pada posisi orang lain, memahami perasaan mereka sendiri, dan mempertahankan kontrol emosional yang baik.

Pelatihan empati anak-anak dapat dicapai melalui hal-hal kecil yang mereka lakukan setiap hari. Semua yang Anda didik akan berdampak pada kemampuan anak untuk berperilaku, termasuk kemampuan mereka untuk mengembangkan rasa empati bagi mereka yang ada di sekitar mereka.

Tidak hanya itu, tetapi dengan terlibat dalam kegiatan tertentu dengan anak Anda, seperti memintanya untuk membantu dengan tugas-tugas domestik, Anda dapat membantunya mengembangkan empati bagi orang lain.

Kapan dan Bagaimana Seharusnya Anak-Anak diajarkan Empati?

Secara umum, ketika anak-anak berusia 8-9 tahun, mereka mampu memahami konsep empati secara keseluruhan. Anak-anak, di sisi lain, dapat mengungkapkan pikiran mereka tentang bagaimana mereka ingin diperlakukan serta bagaimana mereka harus memperlakukan orang lain ketika mereka mencapai usia lima tahun.

Anda dapat mulai mengajar anak-anak untuk memahami dan mengendalikan emosi mereka pada usia lima tahun, memungkinkan mereka untuk mengembangkan empati sebagai hasil dari pengalaman mereka. Berikut adalah beberapa strategi untuk mengajar empati terhadap anak-anak mulai pada usia lima tahun.

Instruksikan anak-anak muda agar mengatur emosi mereka

Empati memerlukan kontrol emosi sendiri, karenanya sangat penting untuk mengajar anak-anak tentang bagaimana mengenali dan mengelola emosi yang mereka alami. Ini penting agar anak-anak lebih mudah memahami bagaimana perasaan orang lain.

Jika Anda menyediakan paket stiker dengan foto-foto ekspresi emosional dasar, seperti wajah sedih, marah atau gembira, siswa dapat mempraktikkan komunikasi mereka. Setiap hari, tanyakan pada anak Anda untuk memilih stiker yang paling mengekspresikan bagaimana perasaannya pada hari itu. Sejauh dimungkinkan, mendesaknya untuk menjelaskan alasan kesedihan, kebahagiaan, atau kemarahannya. Anak-anak menjadi sadar akan sikap peduli orang lain terhadap apa yang mereka alami sebagai akibat dari mendengarkannya menceritakan kisah.

Menempatkan anak muda dalam peran orang lain

Dimungkinkan untuk mengajar anak-anak berempati dengan membiarkan mereka menempatkan diri pada posisi individu lain. Misalnya, jika seorang anak mengambil mainan dari anak lain, menanyakan bagaimana perasaan anak ketika temannya menghilangkan barang-barangnya.

Berikan ilustrasi empati

Anda dapat membantu anak Anda mengembangkan empati dengan menunjukkan perbuatan positif yang telah dilakukan orang lain untuknya. Anda dapat mengetahui bagaimana dia diperlakukan oleh gurunya ketika dia pertama kali mulai bersekolah. Beri tahu anak dari sikap hangat dan ramah guru, yang akan membantunya merasa lebih nyaman pada hari pertama sekolahnya dan berhasil dalam studinya. Dengan berbagi cerita seperti ini dengan anak Anda, Anda dapat membantu mereka mendapatkan kesadaran yang lebih baik tentang bagaimana tindakan orang lain dapat memengaruhi perasaan mereka sendiri.

Juga, ketika anak Anda mengekspresikan sesuatu kepada Anda, cobalah untuk menjadi pendengar yang sabar dan penuh perhatian. Ini juga dapat berfungsi sebagai contoh yang sangat baik untuk anak-anak untuk mendorong empati di dalamnya.

Anak-anak harus diajari kesopanan

Pada usia ini, Anda dapat membantu anak Anda mengembangkan empati dengan menanamkan pentingnya kesopanan di dalam dirinya. Jelaskan kepadanya pentingnya mengekspresikan keprihatinan dan menghormati orang lain dalam interaksi Anda dengannya. Perkenalkan frasa “tolong” ketika anak Anda meminta apa pun, sebagai contoh. Selain itu, menanamkan praktik mengekspresikan “terima kasih” setelah menerima sesuatu dari orang lain.

Anak-anak harus didorong untuk berpartisipasi dalam kegiatan amal

Mendorong anak-anak muda untuk berpartisipasi dalam kegiatan amal dapat membantu mengembangkan empati dan rasa kasih sayang mereka. Anda mungkin bertanya kepada anak-anak untuk membantu mengenakan pakaian untuk donasi, atau Anda dapat meminta mereka untuk memilih mainan untuk disumbangkan kepada orang-orang yang membutuhkan. Berikan anak-anak dengan gagasan bahwa bantuan yang mereka berikan dapat membuat orang lain bahagia.

Perkenalkan dia kepada orang-orang yang memiliki bagian dalam hidupnya

Sertakan deskripsi tenaga kerja yang dilakukan oleh orang-orang di sekitarnya, terutama mereka yang umumnya diabaikan, seperti penyapu jalan atau pengumpul sampah. Jelaskan kepada mereka bahwa jika mereka tidak ada, sampah akan menyebar di jalan-jalan, menciptakan bahaya kesehatan bagi semua orang. Dari titik ini saja, dia akan belajar untuk menghargai kehadiran orang lain, yang sering diabaikan.

Nah, semoga dengan melatih empati anak bisa bermanfaat untuk kesuksesan dan kebaghagiannya yah.

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.